Putri Dwi Annisa
Jan 18, 2012
belajar merajut :D
Merajut (bahasa
Inggris: knitting) adalah metode membuat kain, pakaian atau
perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda
dari menenun yang
menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya
menggunakan sehelai benang. Sebaris tusukan yang sudah selesai dipegang di
salah satu jarum rajut sampai dimulainya tusukan yang
baru.
Merajut dapat dilakukan
dengan tangan atau dengan mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut.
Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas adalah
mengait benang dari arah depan, sementara tusuk bawah adalah mengait benang
dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf v yang
bersambungan.
Perajutan datar yang
dilakukan memakai dua jarum rajut atau jarum melingkar. Hasilnya berupa kain
lurus dan mendatar (persegi panjang). Perajutan melingkar yang
dilakukan memakai jarum rajut berujung dua atau jarum melingkar. Hasilnya
berupa kain berbentuk silinder seperti kaus kaki dan
lengan baju hangat.
Berbagai jenis jarum rajut
serta ukuran benang dipakai untuk menghasilkan rajutan dengan bentuk yang
berbeda-beda. Produk garmen yang dibuat dari hasil rajutan, misalnya: baju hangat, syal, selimut, topi. kaus kaki,
hingga blus, gaun. dan tunik.
Teknik merajut dengan
sebatang jarum rajut disebut merenda (bahasa
Inggris: crochet). Pada dasarnya, merenda dan merajut sama-sama
bertujuan mengait benang melalui lubang tusukan yang ada, namun menggunakan
teknik rajutan dan jarum yang berbeda. Jarum untuk merenda disebut jarum renda atau
hakpen (dari bahasa Belanda: haakpen) yang memiliki
pengait pada ujungnya.
i love knitting, tp susah
banget bagi waktu kalo udah sibuk pasti sering keteteran. and so far this is
what i've done :D masih acak acakan tp gpp masih belajar & harus belajar
biar makin baik :)

mine :))
sumber: wikipedia
Jan 16, 2012
Jan 14, 2012
E commerce
Meskipun istilah Electronic Commerce atau yang biasa disebut
E-commerce baru mendapat perhatian beberapa tahun terakhir ini, sebenarnya
E-commerce sudah ada dalam berbagai bentuk selama lebih dari 20 tahun.
Teknologi sperti yang biasa disebut dengan EDI dan EFT pertama kalai
diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an. Pertumbuhan penggunaan kartu kredit,
Automatic Teller Machine (ATM) dan perbankan via telepon di tahun 1980-an juga
merupakan bentuk-bentuk E-commerce. Komersialisasi menggunakan internet yang meningkat
menjadi dasarpertumbuhan E-commerce. Pertumbuhan digital yang menyediakan
sarana efisien untuk komunikasi dan
pertukaran informasi menjadi peluang besar untuk pesatnya kemajuan E-commerce.
Istilah e-commerce dapat saja diartikan berbeda-beda oleh setiap
orang, yang penting untuk dimengerti
adalah persamaan-persamaannya: e-commerce melibatkan lebih dari satu
perusahaan, dan dapat diaplikasikan hampir disetiap jenis hubungan bisnis.
Terdapat dua jenis perusahaan yang melakukan bisnis di
internet. Jenis yang pertama adalah yang
semata-mata hanya berada di internet. Perusahaan jenis ini tidak mempunyai toko
atau melakukan bisnis secara tradisional. Sebagaicontoh: amazon.com dan cdnow.com. Sedangkan jenis
kedua perusahaan yang menggunakane-commerce di internet sebagai pengganti
kegiatan bisnis yang ada. Contoh Barnes dan Noble. Selain menjual buku-buku ditokonya ke negara
lain, Noble mengoperasikan website-nya dimana konsumen dapat mencari buku-buku
yang menarik baginya untuk dibeli, dan kemudian mereka dapat memesannya melalui
website tersebut.
Bagi pihak konsumen, menggunakan E-Com dapat membuat waktu
berbelanja menjadi singkat. Tidak ada lagi berlama-lama mengelilingi pusat
pertokoan untuk mencari barang yang diinginkan. Selain itu, harga barang-barang
yang dijual melalui E-Com biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di
toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih
singkat dibandingkan dengan toko konvensional.
Istilah E-commerce dapat diartikan dengan penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet
atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan
transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen
inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
RUANG LINGKUP E-COMMERCE
Merupakan lingkup aktivitas perdagangan secara elektronik dalam
arti luas. E-commerce, merupakan lingkup perdagangan yang dilakukan secara
elektronik, dimana didalamnya termasuk:
- Perdagangan via Internet (Internet
Commerce)
- Perdagangan dengan fasilitas Web
Internet (Web-Commerce)
Perdagangan dengan sistem
pertukaran data terstruktur secara elektronik (Electronic Data
Interchange/EDI).
Pada proses dengan e-commerce terjadi efisiensi pada penggunaan
fax, pencetakan dokumen, entry ulang dokumen, serta jasa kurir. Efisiensi
tersebut akan menunjukkan pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses.
Kualitas transfer data pun lebih baik, karena tidak dilakukan entry ulang yang
memungkinkan terjadinya human error.
Secara ringkas e-commerce mampu menangani masalah berikut:
- OTOMATISASI, proses otomatisasi yang menggantikan proses manual
(“enterprise resource planning” concept)
- INTEGRASI, proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan
efisiensi dan efektivitas proses (“just in time” concept)
- PUBLIKASI, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan
jasa yang dipasarkan. (“electronic cataloging” concept)
- INTERAKSI, pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak
yang akan meminimalkan “human error” (“electronic data interchange/EDI”
concept)
- TRANSAKSI, kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi
yang melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran
(“electronic payment”concept)
KEUNTUNGAN E-COMMERCE
Keuntungan e-commerce bagi konsumen:
• Keuntungan yang terbesar bagi konsumen adalah melakukan bisnis
secara online dengan mudah. Seorang pembeli di internet dapat menggunakan
komputer pribadinya pagi atau malam selama 7 hari per minggu untuk membeli
hampir semua barang. Seorang konsumen tidak perlu mengantri di toko atau bahkan
meninggalkan rumahnya.
• Beberapa perusahaan e-commerce telah membuat proses ini lebih
mudah. Beberapa toko online menyimpanin formasi kartu kredit pembelinya
diserver mereka, sehingga informasi yang dibutuhkan hanya dimasukkan sekali
saja. Beberapa bisnis online bahkan tidak mengirimkan produk-produknya
kepelanggan melalui pos, khususnya yang menjual software komputer.
Sebagaicontoh: beyon.com mengizinkan para pelanggannya untukmen-download
software yang dibelinya langsung ke komputer mereka.
• Pengurangan biaya. Perusahaan yang menjual saham secara online,
seperti etrade.com membebankan biaya hanya sekitar $ 10 per perdagangan, yang
jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli saham tersebut melalui
perantara saham tradisional.
KEUNTUNGAN E-COMMERCE
Keuntungan e-commerce bagi bisnis:
• Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia.
Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan
keuntungan.
• e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah
perusahaan yang melakukan bisnis di internet akan mengurangi biaya tambahan
karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan
(customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.
Secara ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai
berikut:
• Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu
tempat.
• Bagi Pengelola bisnis: efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
• Bagi Manajemen: peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.
Keamanan di E-Commerce
• Microsoft dan Netscape, bekerja sama dengan perusahaan kartu
kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security
(seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat
transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard
menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang
menggunakan e-com.
• Yang menandakan suatu retailer web site aman atau tidak adalah
adanya tanda khusus yang muncul di status bar di bagian bawah layar browser.
Pada IE, tanda yang muncul adalah tanda gembok terkuncidi pojok kanan status
bar. Sedangkan pengguna Netscape Navigator, akan melihat tanda kunci di pojok
kiri status bar. Walaupun begitu, karena standar yang dipakai untuk secure
connection ini relatif baru, belum semua cybershop menggunakan standar ini.
• Kumpulan dari banyak cybershop yang telah terintegrasi dinamakan
cybermall. Beberapa cybermall akan mengecek terlebih dahulu legitimasi dari
cybershop yang akan masuk, sehingga dapat menghindari adanya cybershop yang
palsu. Beberapa cybermall jugamenyediakan jasa-jasa tambahan, seperti billing
atau tagihan yang tersentralisasi, menjadikan proses belanja menjadi lebih
mudah dan aman.
Sumber:
Perdagangan elektronik – wikipedia
e-commerce – Universitas Gunadharma
cloud computing
LAPORAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
CLOUD COMPUTING
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunannya adalah
teknologi dan informasi.Teknologi berarti barang atau sesuatu yang baru.
Sedangkan informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran,
pengalaman, atau instruksi. Jadi, teknologi informasi adalah hasil
rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim
ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas
penyebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Terkait dengan makna
teknologi informasi tersebut, kini proses pengaksesan data telah menuju ke konsep-kosenp social
networking,openess, share, colaborations, mobile, easy maintenance, one
click, terdistribusi/tersebar,scalability, Concurency dan Transparan.
Namun demikian, para pakar teknologi informasi didunia masih
terus melakukan riset untuk meningkatkan kemampuan teknologi informasi sehingga
lebih memudahkan komunikasi dan pertukaran data serta informasi dalam
sistem jaringan global yang terintegrasi dan sistematis. Salah satu yang
menjadi perhatian para ahli adalah riset di bidang Cloud Computing.
Cloud Computing yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi
komputasi awan beberapa tahun terakhir ini telah menjadi buzzword terpanas di
dunia teknologi informasi (TI). Seluruh nama besar seperti IBM,
Microsoft, Google, dan Apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk
menjadi penguasa terbesar terhadap awan ini. Tentu saja masing-masing
mengeluarkan jurusnya sendiri-sendiri.
IBM di paruh akhir tahun 2009 kemarin telah meluncurkan LotusLive,
layanan kolaborasi berbasis cloud. Microsoft, yang sekarang di perkuat
oleh Ray Ozzie sebagai Chief Software Architect pengganti Bill Gates,
menggadang Windows Azure, sistem operasi berbasis cloud yang akan menjadi masa
depan Windows OS. Apple mengambil sisi lain, telah menyediakan layanan
Mobile Me yang memungkinkan pengguna produk Mac, untuk melakukan
sinkronisasi data ke dalam cloud.
Sementara Google, satu-satunya raksasa yang lahir di era internet,
sudah sejak lama memberikan layanan Google Docs yang memungkinkan pengguna
membuat dokumen atau bekerja dengan spreadsheet secara online tanpa perlu
software terinstal di PC atau notebook. Bahkan Google dalam waktu dekat akan
meluncurkan sistem operasi cloud-nya, Chrome OS, yang akan menjadi ancaman
serius bagi para penyedia sistem operasi lain. Namun bisa dibilang,
keberhasilan Salesforce.com-lah yang membuka mata dunia bahwa cloud computing
menjanjikan pundi-pundi emas yang menggiurkan.
1.2 Rumusan masalah
Masalah yang akan dibahas di dalam laporan ini adalah penggunaan
cloud computing
1.3 Batasan Masalah
Batasan-batasan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Pengertian Cloud computing.
2. Layanan yang ditawarkan Cloud Computing kepada usernya.
3. Tipe-tipe penerapan (deployment) dari layanan Cloud Computing.
1.4 Tujuan Laporan
Tujuan laporan ini adalah untuk memahami cloud conputing.
1.5 Manfaat Laporan
Manfaat laporan ini adalah agar pengguna dapat mengetahui tentang
cloud computing.
BAB II
ISI
Cloud Computing (Komputasi Awan) adalah penggunaaan oleh user pada
sebuah computer dan menjalankan sebuah aplikasi dimana file-file tersebut tidak
terdapat di komputer yang digunakannya namun berada di komputer lain
yang dihubungkan oleh jaringan. Dalam Cloud Computing (Komputasi
Awan) terdapat istilah front-end (Desktop-PC) dan back-end(Server).Keduanya
harus saling terhubung oleh sebuah jaringan yang dapat berupa internet atau
untuk skala yang lebih kecil. Front-end (Desktop-PC) yang
mengambil data dan menjalankan aplikasi, sedangkan back-end merupakan resource yang
diistilahkan dengan awan.
Sebuah Cloud bisa berlabel private atau public. Public
cloud menjual layanan kepada siapapun di internet. Private cloud adalah
jaringan pusat data yang memberikan layanan-layanan terpusat kepada
orang-orang dalam jumlah terbatas.
Sejarah Cloud Computing
Ide awal
dari cloud computing bisa ditarik ke tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar
komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan,
menyampaikan visi bahwa "suatu hari nanti komputasi akan menjadi
infrastruktur publik--seperti listrik dan telpon". Namun baru
di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide "Network
Computing" sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat
itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya.
Larry
Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai
software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke
dalam PC Desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal
yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang
berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna. Ide
"Network Computing" ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa
pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network
Computing client sebagai pengganti desktop.
Penulis
sendiri pada tahun '98 sempat mencoba Network Computing yang dikoneksikan ke
sebuah Windows NT Server di mana NC client dapat menggunakan berbagai aplikasi
yang tersedia di dalam server tersebut secara remote. Namun akhirnya,
gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan
kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses NC
ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih
kenyamanan PC Desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC.
Tonggak selanjutnya
adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era
90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer,
memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat. Hal ini ditangkap sebagai
peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai
tempat ‘hosting’ aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan
komputer. Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat
data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat "privat", di mana
layanan hanya dikastemisasi khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara
aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client-server.
Kehadiran
berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21,
terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas
jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi
sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang
lebih kompleks. Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya,
popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc
Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software
as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan gegap gempita. Dengan
misinya yang terkenal yaitu "The End of Software", Benioff bisa
dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang
Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian.
Selanjutnya
jargon Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi
informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh
nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute
Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM
meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini
masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk
terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi
akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru bermunculan di
tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang,
seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan
pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah "Cloud Computing",
namun ditolak oleh otoritas paten Amerika.
Secara
sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan seperti sebuah jaringan
listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita harus punya pembangkit
listrik sendiri? Tentu tidak. Kita tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam
hal ini, PLN), menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik, dan kita
tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan bulanan sesuai
pemakaian.
Kalau
listrik bisa seperti itu, mengapa layanan komputasi tidak bisa? Misalnya,
apabila sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Customer Relationship
Management). Kenapa perusahaan tersebut harus membeli aplikasi CRM, membeli
hardware server, dan kemudian harus memiliki tim TI khusus untuk menjaga server
dan aplikasi tersebut?
Di
sinilah cloud computing berperan. Penyedia jasa cloud computing seperti
Microsoft, telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat digunakan langsung oleh
perusahaan tadi. Mereka tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini,
Microsoft), “menyambungkan” perusahaannya dengan layanan tersebut (dalam hal
ini, melalui Internet), dan tinggal menggunakannya. Pembayaran? Cukup dibayar
per bulan (atau per tahun, tergantung kontrak) sesuai pemakaian. Tidak ada lagi
investasi di awal yang harus dilakukan.
Contoh lain adalah apabila sebuah perusahaan membutuhkan system email yang
terintegrasi dengan domain perusahaan, fasilitas kalender dan perangkat printer
misalnya yang ada di perusahaan, tidak perlu harus menyediakan prasarana email
seperti server, aplikasi email server dan ruang server/data centernya melainkan
tinggal menghubungi penyedia layanan seperti Microsoft, Google atau penyedia
jasa lainnya.
BAB III
ANALSIS SISTEM
3.1 Karakteristik Cloud Computing
Dengan semakin maraknya pembicaraan seputar cloud computing,
semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan
layanan cloud computing. Akan sangat membingungkan bagi kita para pengguna
untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud
computing atau bukan. Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat
diintisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan yang
memiliki 5 karakteristik berikut ini.
1. On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan
oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat
dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila
kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka
kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung
tersedia saat itu juga.
2. Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari
mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan
layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke
jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui
laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara
terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud
computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan
harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan
secara maksimal.
4. Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan
(atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di
kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah useruntuk aplikasi CRM
tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita
menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing,
maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting,
maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara
terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat
bahwa layanan cloud computing dibayar sesuai penggunaan,
sehingga harus terukur dengan baik.
3.2 Kelebihan Cloud Computing
a. Tanpa Investasi Awal
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan
tanpa investasi yang signifikan di awal seperti server, aplikasi server dan
ruangan untuk penyimpan server/data center. Ini sangat penting bagi bisnis,
terutama bisnis pemula (startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu
layanan CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna. Tanpa
model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang
cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukup
membayar sesuai yang kita butuhkan.
b. Mengubah CAPEX menjadi OPEX
Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua masih
seputar keuangan.
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus
dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital
Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat
melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX). Jadi,
sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika
kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu
perusahaan secara keuangan.
c. Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan
TI sesuai kebutuhan. Perhatikan Gambar 2 di bawah untuk melihat beberapa
skenario kebutuhan bisnis. Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak
datar-datar saja. Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana
penggunaan TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR)
yang pada akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji
karyawan. Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga
kapasitas TI juga harus mengikuti. Contoh skenario “Unpredictable Bursting”
adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak
karena ada berita menarik. Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang
tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya
digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun.
Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan
membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus
dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di
saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan
pada saat “peak time” tersebut.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah
dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada
saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
d. Fokus pada Bisnis, bukan TI
Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada bisnis
utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapat
dilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan oleh
kita sendiri. Misalnya, melakukan patching, security update, upgrade hardware, upgrade software, maintenance,
dan lain-lain. Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada
layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah
ditangani oleh penyedia layanan.
Cloud computing sudah hadir saat ini, termasuk di Indonesia.
Jadi, cloud computing bukanlah sebuah angan-angan, melainkan sudah
menjadi kenyataan dalam dunia TI. Bukan berarti kita semua langsung harus
berpindah saat ini juga : pada kenyataannya cloud computing bukanlah
untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus
dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi
sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis
layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan
menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut.
Oleh karena itu, carilah penyedia layanan yang dapat memberikan
saran yang tepat dan terbaik bagi kebutuhan anda. Kesuksesan penggunaan cloud
computing akan sangat ditentukan oleh kemampuan penyedia layanan dalam
memberikan layanan yang tepat dan terbaik bagi pelanggan.
Cloud
Computing jika dilihat dari jenis layanan apa saja yang ada, kita akan dapat
memutuskan jenis yang mana yang mungkin di adopsi di organisasi ataupun bisnis
yang kita jalani. Layanan-layanan komputasi ini tersedia untuk diakses dari
internet karena kata cloud sendiri bermetafora dari kata internet, maka lokasi
fisik dari server-server sumber daya komputasi ini bisa di mana saja, tidak
harus on-premise atau di data center kita sendiri. Saat ini
ada beberapa vendor yang memberikan berbagai jenis layanan cloud computing,
dan secara fisik sumber daya komputasi berada di data center mereka.
Kita sebagai customer cukup mengkonsumsi sumber daya komputasi
tersebut melalui internet tanpa tahu secara detail lokasi maupun server sumber
daya komputasi yang kita pergunakan.
Tiga Golongan Layanan Cloud Computing
Jenis layanan Cloud Computing yang ada, terbagi dalam 3 golongan
yaitu yang disebut sebagai Software as a Service (SaaS), kemudian Platform as a
Service (PaaS) dan terakhir Infrastructure as a Service (IaaS).
a. Software as a Service (SaaS)
Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan
layanan cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Gmail, Google
Search, Bing, atau MSN Messenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google
Application ataupun Microsoft Office Web Applications yang merupakan aplikasi
pengolah dokumen berbasis internet.
Di dunia bisnis, kita mungkin familiar dengan SalesForce.com atau Microsoft CRM
yang merupakan layanan aplikasi CRM. Di sini, perusahaan tidak perlu setup hardware
dan software CRM di server sendiri. Cukup berlangganan SalesForce.com
maupun Microsoft CRM, kita bisa menggunakan aplikasi CRM kapan dan dari
mana saja melalui internet. Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun
aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade.
Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut.
Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi
tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat.
Nah, semua layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa
langsung dipakai oleh seorang pengguna, termasuk ke dalam kategori
Software as a Services (SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi
layanan aplikasi yang ditawarkan.
Jika kita adalah perusahaan pembuat software, PaaS juga memberi
alternatif lain. Alih-alih memasang software di server konsumen, kita bisa
memasang software tersebut di server milik penyedia layanan PaaS, lalu
menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata lain, kita membuat
sebuah SaaS. Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di
atas layanan PaaS tersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah
Microsoft Azure dan Amazon Web Services.
b. Infrastructure as a Service (IaaS)
Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh penyedia PaaS
tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang
memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia
PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat menggunakan layanancloud
computing tipe Infrastructure as a Service (IaaS).
Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi
seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi.
Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di
atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada
pada kendali kita.
Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi
server-server kita dari on-premise ke data center milik
penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata
menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server seperti
Windows Server Hyper-V, VM Ware Virtualization dan lain-lain.
c. Identifikasi SaaS, PaaS dan IaaS
Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi kendali atau
tanggung jawab yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud maupun customer.
Pada gambar 4, di situ dijelaskan stack(jenjang) teknologi komputasi dari
Networking naik hingga ke Application. Di situ juga dijelaskan sampai di stack mana
suatu vendor layanan cloud memberikan layanannya, dan mulai dari
jenjang mana konsumen mulai memegang kendali dan bertanggung jawab penuh
pada stack di atasnya.
Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan
tanggung jawab penyedia layanan cloud. Konsumen benar-benar hanya
mengkonsumsi aplikasi yang disediakan.
Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab
mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung
jawab membuat aplikasi dan juga skema database-nya.
Pada IaaS, penyedia layanan Cloud bertanggung jawab untuk
Networking hingga Virtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab untuk
Operating System ke atas.
Sebagai perbandingan, di gambar juga ditunjukkan arsitektur
tradisional on-premise (bukan cloud), alias semua ada di data
center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk seluruh stack, dari
Networking hingga Application.
Digital Economy
Bisa kita lihat dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pengguna internet sangatlah pesat. Hal ini mengubah struktur ekonomi yang awalnya dilaksanakan secara konvensional menjadi sistem ekonomi yang berbasiskan teknologi informasi. Revolusi teknologi informasi telah mengubah sistem perbankan mulai dari penggunaan ATM hingga electronic banking sebagai alat bantu untuk melakukan transaksi. Hal ini merupakan contoh konkrit dari penerapan konsep digital economy.
Secara keseluruhan, digital economy banyak menimbulkan sektor
industri baru. Hal ini disebabkan karena adanya penggabungan berbagai disiplin
dalam komputasi (komputer, piranti lunak, jasa), komunikasi (telefoni, kabel,
satelit, jaringan nirkabel), dan content (hiburan, penerbitan, penyedia
informasi). Dengan demikian perilaku yang tercermin pada era ekonomi baru ini
pun akan turut berubah total. Tanpa melalui jenjang-jenjang yang sangat
berarti, dunia telah memasuki era dimana pergerakan ekonomi tidak lagi
berdasarkan pada pertukaran secara fisik, tetapi berbasis pada ilmu
pengetahuan. Ciri ekonomi di era Networked Intelligence ini disebut sebagai
ekonomi digital (digital economy).
Sebagaimana disebutkan pada paragraf sebelumnya, pada era ekonomi
sebelumnya arus informasi mengalir secara fisik: tunai, cek, surat tagihan,
laporan, rapat, panggilan telpon secara analog, transmisi radio atau televisi,
cetak biru, peta, foto-foto ataupun iklan-iklan selebaran. Di era ekonomi
aliran baru (digital economy), berbagai bentuk informasi berubah menjadi
digital dan disimpan dalam bentuk data bit. Dengan demikian sebuah dunia baru
dengan segala kemungkinannya telah tercipta dengan sedemikian nyata seperti
halnya terciptanya bahasa.
Informasi di era ekonomi digital menjadi bahan baku yang diolah
sehingga menjadi sebuah produk yang berbasiskan pengetahuan dan didistribusikan
melalui jaringan elektronik global. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan
kesejahteraan baik dilakukan secara konvensional maupun melalui marketspace
(pasar di awang-awang) yang baru tercipta ini.
Definisi dari marketspace adalah dunia serba elektronik dimana
penjual dan pembeli bertemu dan mengadakan kegiatan perdagangan tanpa adanya
interaksi secara fisik sebagaimana yang dilakukan di aktifitas perdagangan
tradisional sebelumnya. Menggunakan kerangka kerja Prof. Rayport dari Sekolah
Bisnis Harvard, belanja di awang-awang (marketspace) memang beda dengan belanja
tradisional. Isi (content) penjualan tidak perlu secara fisik, namun cukup
informasi tentang buku. Lebih utamanya lagi, tidak perlu ada toko buku secara
fisik, tapi sebuah agen penjualan yang rajin memelihara database-nya. Dan
infrastruktur yang merupakan pelaksana dari berlangsungnya transaksi bukan lagi
orang, tapi perusahan telekomunikasi yang menjadi saluran informasi. Keberadaan
marketspace ini yang nantinya akan menimbulkan adanya perubahan sebuah nilai.
Saat teknologi telekomunikasi akan saling bergandeng tangan dengan
komputer dan sisi komersial dari Internet akan melambung, pertambahan kecepatan
dari perubahan akan menjadi sangat radikal. Konvergensi dari teknologi ini,
bersama dengan proses digitalisasinya membuat perusahaan tidak hanya mampu
memberikan produk dan layanan yang ada dalam bentuk baru, namun juga mampu
menciptakan produk dan jasa baru berdasarkan pada apa yang telah diketahui.
Pesatnya pertumbuhan World Wide Web dan Internet membuat infrastruktur yang ada
saat ini dapat dipergunakan untuk memberikan produk dan jasa yang dibuat
berdasarkan pengetahuan kepada pasar global yang lebih luas lagi.
Beberapa perusahaan lain juga telah menyadari pentingnya penggunaan
Internet secara maksimal untuk menciptakan langkah-langkah inovatif dalam
pelayanan pelanggannya. Saat ini, pelanggan menginginkan informasi, kemudahan,
dan layanan individualis. Dunia usaha harus mampu memuaskan keinginan pelanggan
ini sementara di lain pihak secara simultan mampu menurunkan biaya dan
mempersingkat time-to-market.
TREND PERKEMBANGAN HARDWARE DAN SOFTWARE DALAM HANDPHONE
A. Pendahuluan
Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada
atau manusia sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi
karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin
hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Ketika kita berbicara tentang
perkembangan teknologi maka kita tidak bisa lepas dari elemen-elemen di
dalamnya, yaitu hardware dan software. Kedua elemen ini berkembang secara
bersama-sama, ketika perkembangan hardware semakin maju dan canggih, software akan
semakin maju dan canggih pula untuk mengimbangi. Bermacam-macam hardware dengan
semua perkembangan software didalamnya sangat banyak kita temui dalam kehidupan
sehari-hari. Seperti computer, laptop, printer, handphone, dan lain-lain. Dalam
hal ini saya akan membahas trend perkembangan hardware dan software yang
kebanyakan orang sangat tidak bisa lepas yaitu handphone.
B. Pembahasan
Pada dekade tahun 70-an negara-negara maju di eropa menerapkan
teknologi seluler untuk komunikasi. Di Indonesia sendiri baru menerapkan
kecanggihan teknologi komunikasi tersebut belasan tahun kemudian. Dimulai pada
tahun 1984 teknologi seluler pertama kali hadir di Indonesia dengan berbasis
teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT). Di tahun 1985-1992 ponsel mulai
beredar di Indonesia,namun tidak bisa di masukkan kedalam saku baju atau celana
karena bentuknya yang besar dan panjang,dengan berat rata2 430gram (hampir
setengah kilogram).Harga ponselnya juga tidak murah,berkisar diatas 10 juta per
unit.Di tahun ini pula baru dikenal dua teknologi seluler yaitu
NMT-470,modifikasi NMT-450.
Di akhir 1993 PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital
Global System for Mobile (GSM),dimulai di dua pulau,yakni Pulau Batam dan Pulau
Bintan. Di tahun 1994 PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) beroperasi
sebagai operator GSM pertama di Indonesia,dengan mengawali kegiatan operasinya
di Jakarta dan sekitarnya.Karena GSM menggunakan kartu SIM,maka hal itu aman
dari penggandaan dan penyadapan serta mutu prima dan jangkauan luas. Setelah
itu operator-operator seluler semakin berkembang di Indonesia.
Kemudian ponsel-ponsel yang masuk ke Indonesia juga sejalan dengan
perkembangan operator-operator seluler yang telah disebutkan di atas.Kehadiran
ponsel di Indonesia dimulai dari generasi kedua, sampai generasi ke empat
seperti yang sekarang banyak beredar di pasaran.Berikut ulasan singkat tentang
generasi ponsel tersebut:
Generasi Kedua:
Ponsel generasi ini juga biasa disebut 2G hadir pada pertengahan
1990-an.Beroperasi pada jaringan GSM dengan menggunakan frekuensi standar 900
Mhz dan frekuensi 1800 Mhz.Pada generasi ini sinyal analog telah di ubah dengan
sinyal digital.Penggunaan sinyal digital melengkapi ponsel dengan pesan suara,
panggilan tunggu dan SMS.
Generasi Ketiga:
Ponsel generasi ini juga disebut 3G, fiturnya adalah memungkinkan
operator jaringan untuk memberi para pengguna ponsel ini memiliki jangkauan
yang lebih luas,termasuk internet dan Video call berteknologi tinggi. Dalam 3G
terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM
Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini
adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena
masih barunya teknologi ini.
Generasi Keempat:
Ponsel generai ini juga disebut 4G. 4G merupakan sistem ponsel yang
menawarkan babak baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi
wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), CDMA, wireless
LAN, Bluetooth, dll. Sistem 4G berdasarkan keragaman jaringan IP,yang
memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan dimana
saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas
baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi
berbeda. Terakhir,4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk
mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game
on-line, dan lainnya.
Dari berbagai perkembangan handphone tadi, handphone yang menjadi
trend dan bersaing sat ini adalah iPhone dari Apple, Android dari Google, dan
BlackBerry. Berikut penjelasan dari berbagai handphone tersebut.
iPhone
Kehadiran iPhone keluaran Apple inc. memang suatu fenomena dan
penemuan spektakuler di bidang perangkat teknologi komunikasi khususnya mobile
phone. Dengan bentuk, fitur serta fungsi yang berbeda dengan handphone
pada saat itu membuat iPhone ini digandrungi sebagai suatu gaya hidup dan cara
berkomunikasi yang baru khususnya teknologi layar sentuh. Awal mula produk ini
dikeluarkan yaitu sekitar tahun 2007, dimana pasar telekomunikasi sangat
pesat. Apple datang dengan produk yang inovatif dan futuristik serta
berbeda tentunya dengan pesaing-pesaingnya. Dengan keunggulan ini, banyak
orang yang beralih dan menggunakan iPhone. Setiap tahunnya Apple inc selalu
membuat terobosan-terobosan dan peningkatan teknologinya. Dimulai dari
generasi iPhone, iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4, dan iPhone 5.
Android
Android merupakan sistem operasi untuk smartphone yang dikembangkan
Google. Saat ini sistem operasi android sudah
digunakan di banyak vendor smartphone, misalnya HTC, Samsung, Sony Ericsson,
Motorola dan LG. Android mengalami perkembangan yang cukup pesat. Di bawah ini
adalah perkembangan sistem operasi android:
Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi
ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice
search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan
pemberitahuan email.
Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler
dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5
(Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur
dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus
kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar
ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP,
kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan
keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses
pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator
dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan
pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri
yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech
engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak
tersedia pada semua ponsel); pengadaan resolusi VWGA.
Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan
versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware,
peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan
dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk
kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan.
Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain
dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali
lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome
yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD
Card, kemampuanWiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi
Android Market.
Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan.
Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain
peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar
antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM,
efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass
boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan
jumlah kamera yang lebih dari satu.
Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi
ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga
berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi
prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet
pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom.
Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di
Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi
dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.
Android versi 4.0 (Ice Cream)
Android versi 4.0 akan dirilis akhir tahun 2011.
BlackBerry
BlackBerry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan
push e-mail, telepon, sms, Menjelajah Internet, dan berbagai kemampuan
nirkabel lainnya. Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal belakangan
ini, sampai menjadi suatu kebutuhan untuk fashion. BlackBerry pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM).
Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan
perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia.
BlackBerry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan
Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub
merupakan pengejewantahan dari RIM yang merupakan rekan utama BlackBerry. Pasar
BlackBerry kemudian diramaikan oleh dua operator besar lainnya di tanah air
yakni Excelcom dan Telkomsel.
Model Awal : 850, 857, 950, 957 Model Monokrom berbasis Java : seri
5000 dan seri 6000 Model Warna : seri 7200, seri 7500 dan seri 7700 Model
dengan kemudahan mengetik : seri 7100 Model BlackBerry Modern : seri Huron
(8800), termasuk BlackBerry Pearl (8100) dan BlackBerry Curve (8300) Model
Terkini (2008- 2011) : Seri Bold (9000), Pearl Flip (8220), Storm (9500),
Javeline (8900), dan Gemini (8520), BlackBerry Bold 9700 dan BlackBerry storm
II, dan lain-lain.
Generasi berikutnya, BlackBerry Magnum dengan kemampuan layar
sentuh dan juga qwerty keypad dan Blackberry Empathy dengan desain dan
teknologi paling mutakhir (tapi belum dijual bebas, baru ada prototipe nya)
bahkan disertai teknologi baru: Morphing Sequence, Biometrics Ring, Static
Keypad (yang katanya terbuat dari kristal) Dan sampai sekarang atau nanti
Blackberry akan terus berevolusi, hanya saja sekarang belum ada evolusi yg
signifikan, karena Blackberry saat ini masih sama dengan 8320, hanya lebih
unggul di kapasitas kameranya, aplikasinya, bentuknya, dll, belum ada
penambahan yang berarti, mungkin nanti.
Produk Unggulan BlackBerry
Produk yang menjadi andalan utama dan membuat BlackBerry digemari
di pasar adalah surat-e gegas (push e-mail). Produk ini mendapat sebutan
surat-e gegas karena seluruh surat-e baru, daftar kontak, dan informasi jadwal
(calendar) "didorong" masuk ke dalam BlackBerry secara otomatis.
Dengan push e-mail semua e-mail masuk dapat diteruskan
langsung ke ponsel. E-mail juga sudah mengalami proses kompresi dan scan di server BlackBerry
sehingga aman dari virus. Lampiran file berupa dokumen Microsoft Office dan PDF
dapat dibuka dengan mudah. Sebuah e-mail berukuran 1 MB, jika diterima melalui
push e-mail dapat menjadi 10 kb dengan isi yang tetap.
Pengguna tidak perlu mengakses Internet terlebih dulu dan membuka
satu persatu surat-e yang masuk, atau pemeriksaan surat-e baru. Hal ini
dimungkinkan karena pengguna akan terhubung secara terus-menerus dengan dunia
maya melalui jaringan telepon seluler yang tersedia. Alat penyimpanan juga
memungkinkan para pengguna untuk mengakses data yang sampai ketika berada di
luar layanan jangkauan nirkabel. Begitu pengguna terhubung lagi, BlackBerry
Enterprise Server akan menyampaikan data terbaru yang masuk.
Kelebihan lainnya adalah kemampuan BlackBerry yang dapat menampung
e-mail hingga puluhan ribu tanpa ada risiko hang, asalkan masih ada memori
tersisa. BlackBerry juga bisa digunakan untuk chatting. Mirip dengan Yahoo
Messenger, namun dilakukan melalui jaringan BlackBerry dengan memasukan nomor
identitas. Semua layanan BlackBerry ini dikenal sangat aman baik e-mail,
chatting, maupun browsing. Untuk browsing Internet, data-data dari website
sudah dikompresi sehingga lebih cepat dibuka.
Fasilitas lain yang menjadi andalan BlackBerry adalah pesan instan
yaitu BlackBerry Messenger. Selain BlackBerry Messenger, Yahoo Messenger,
Google Talk dan Skype kini telah menjadi rekanan dengan BlackBerry. Teknologi
terkini memang memungkinkan kita untuk "mengobrol" (chatting) di
Internet melalui telepon genggam dan Personal Digital Assistant (PDA). Tetapi
yang berbeda pada BlackBerry adalah proses instalasi lengkap yang bisa
dilakukan nya melalui jaringan nirkabel.
RIM menyediakan sistem operasi multi-tugas (multi-tasking operating system
- OS) bagi BlackBerry yang memungkinkan penggunaan secara intens dari sebuah
alat. OS menyediakan dukungan bagi MIDP 1.0 dan WAP 1.2. Versi sebelumnya
memungkinkan sinkronisasi nirkabel melalui e-mail dan kalendar Microsoft
Exchange Server, dan juga e-mail Lotus Domino. RIM kini dikabarkan sedang
mempersiapkan update sistem operasi mereka, BlackBerry OS. Penerus generasi
BlackBerry OS 6.1 yang bernama BlackBerry OS 7 ini kemungkinan hadir bersamaaan
dengan ponsel BlackBerry yang akan hadir pada saat mendatang.
BlackBerry Enterprise Server (BES)
Perangkat genggam BlackBerry terintegrasi pada sistem e-mail yang
terorganisasi melalui paket perangkat lunak yang disebut BlackBerry Enterprise
System (BES). BES dapat digunakan oleh jaringan e-mail yang berbasis Microsoft
Exchange, Lotus Domino, dan Novell Group Wise. Khusus pada pengguna individu,
mereka dapat menggunakan layanan e-mail nirkabel yang disediakan oleh provider
tanpa harus menginstalasi BES. Para pengguna individu dapat menggunakan
BlackBerry Internet Solution tanpa harus menginstalasi BES di smartphone
mereka. BES memang ditujukan bagi pelanggan korporasi dengan cakupan usaha yang
besar. Perangkat lunak ini mengintegrasikan seluruh smartphone BlackBerry pada
suatu organisasi dengan sistem perusahaan yang telah ada. Keuntungan yang
diperoleh adalah memperluas komunikasi nirkabel dan data perusahaan kepada
pengguna aktif dengan cara yang aman.
BlackBerry Professional Software (BPS)
BPS merupakan komunikasi nirkabel dan kolaborasi solusi bagi usaha
kecil dan menengah. Ia menghadirkan berbagai fitur yang dibutuhkan karyawan,
dalam sebuah paket yang mudah dipasang dan harga yang lebih murah.
BlackBerry Internet Service (BIS)
Perangkat lunak yang diperuntukkan bagi pengguna pribadi ini
memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan smartphone dengan 10 akun e-mail yang
berbasis Post Office Protocol (POP3) dan Internet Message Access Protocol
(IMAP), menerima dan mengirim pesan instan, serta berselancar di internet.
Dengan BIS, kita juga dapat membuka tambahan data (attachment) dalam bentuk
excel, word, powerpoint, pdf, zip, jpg, gif dengan tingkat kompresi data yang
tinggi.
BlackBerry Mobile Data System (BlackBerry MDS)
Sebuah aplikasi optimisasi pengembangan kerangka kerja untuk
BlackBerry Enterprise Solution, menyediakan Anda sebuah alat pengembangan untuk
membangun, menyebarluaskan, serta mengatur interaksi antara BlackBerry
smartphone dan aplikasi perusahaan.
C. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa trend perkembangan
hardware dan software dalam hal ini adalah handphone, yang menjadi trend adalah
handphone yang memiliki berbagai fasilitas canggih yang dapat menunjang segala
aktifitas yang sering disebut juga smartphone. Selain itu, design yang menarik
dan mudah dalam pengoperasian juga menjadi trend tersendiri untuk handphone.
Subscribe to:
Posts (Atom)
